Pergeseran Penyewa Properti Pengaruhi Strategi Investasi

Diterbitkan Kamis, 14 November 2019

Perubahan profil pengisi ruang properti, terutama di pasar perkantoran, di berbagai belahan dunia dinilai bisa memengaruhi strategi investasi untuk pemilik properti komersial.

Managing Director of Capital Market and Investment Services Colliers Terence Tang menyebutkan bahwa kawasan pusat niaga atau central business district (CBD) selama ini umumnya didominasi oleh perusahaan finansial.

Namun, kini perusahaan teknologi, media, dan telekomunikasi (TMT), serta operator ruang kerja seperti co-working space nyatanya menjadi pendorong permintaan properti perkantoran terbesar sepanjang 2017—2018.

“Saat ini perusahaan TMT mengisi sekitar 18% dari seluruh ruang kantor di kawasan utama CBD di Asia, sedangkan untuk co-working space mengisi sekitar 5%,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (10/3/2019).

Pada 2018, lanjutnya, TMT dan co-working space bersama menyumbang keterisian ruang kantor masing-masing 11% dan 75% untuk kantor kelas atas.

Menurut Tang, pertumbuhan pengisi ruang perkantoran ini memang melambat, tetapi belum akan berbalik arah dalam waktu dekat.

sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190312/47/898493/pergeseran-penyewa-properti-pengaruhi-strategi-investasi

Recent Posts
12 March 2019
Seiring laju perkembangan teknologi digital, tren jual beli properti turut…
12 March 2019
Pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat menjadi fokus utama pemerintah selama…
12 March 2019
Membeli properti melalui platform digital memang memiliki banyak kelebihan. Bahkan,…